Subscribe to rss rss

Bolehkah wanita memakai busana muslimah berwarna selain hitam dan bercorak…...

Posted by : | On : 31-05-2011 | Comments (0)
Pertanyaan : Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, ada beberapa hal yang ingin ana tanyakan sehubungan dengan busana muslimah : Bolehkah wanita memakai busana muslimah berwarna selain hitam (tetapi cenderung ke warna gelap,mis : biru tua, coklat, ungu tua )? Bolehkah wanita memakai busana muslimah yang bermotif,bercorak batik /bordir/renda/payet? Mohon penjelasan dari Ustadz berkaitan dengan masalah tersebut, Jazakumullahu khoiron

Jika Imam Qunut Shubuh apakah kita sebagai makmum juga ikut Qunut ?

Posted by : | On : 31-05-2011 | Comments (1)
Pertanyaan : Assalamu’alaikum ustadz…barokallahu fiik, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal, terutama terkait kondisi mengikuti imam dalam sholat. 1. Bagaimana bila kita tahu dari kebiasaannya selama ini imam duduk tawarruk, apakah kita juga duduk tawarruk tatkala raka’at terakhir sholat subuh? 2. juga, bagaimana bila kita tidak tahu kebiasaan duduk imam (misalnya karena kita ada di masjid lain)? 3. bila kita ada di shaf pertama dan ada persis di sekitar belakang imam, apakah boleh kita melihat sejenak ke arah imam untuk melihat bagaimana ia duduk? atau, sebaliknya, bagaimana kalau kita ada di shaf kedua, ketiga, dst. tapi benar-2 tdk tahu kebiasaan duduk imam? jazakallahu khoir ustadz… wassalamu’alaikum Jawab :

Bila Dahan Pohon Tetangga Berada di Tanah Kita

Posted by : | On : 31-05-2011 | Comments (0)
Bila Dahan Pohon Tetangga Berada di Tanah Kita Syekh Abdurrahman as Sa’di mengatakan, “Jika dahan atau ranting pohon menjalar ke tanah atau udara orang lain, dan orang tersebut tidak merelakan keberadaan dahan tersebut, maka pemilik pohon diperintahkan untuk memangkas dahan tersebut. Jika dia tidak mau maka pemilik tanah menekuk dahan tersebut tanpa memotongnya, jika memungkinkan. Jika tidak bisa disingkirkan kecuali dengan dipotong maka pemilik tanah boleh memotongnya, dan dia tidak memiliki kewajiban untuk memberikan ganti, terkait pemotongan dahan tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa pemilik tanah tidak boleh mengharuskan pemilik pohon untuk menyingkirkan dahan tersebut, jika keberadaan dahan tersebut tidak mengganggu atau merugikan pemilik tanah. Membiarkan juluran dahan pohon itu lebih layak untuk diperbolehkan daripada kebolehan membuat atap dengan bertumpu pada tembok milik tetangga yang disebutkan dalam hadis. Jika memang dahan tersebut mengganggu maka gangguan harus dihilangkan tanpa menimbulkan gangguan yang semisal (baca: dengan memberikan ganti rugi, pent.).” (Majmu’ Al-Fawaid wa Iqtinash Al-Awabid, hlm. 112–113)

Dijual Murah karena Terpaksa

Posted by : | On : 31-05-2011 | Comments (0)
Dijual Murah karena Terpaksa
Dijual Murah karena Terpaksa         Sering kali, kita jumpai tanah atau rumah yang dijual murah, di bawah harga pasar, disebabkan pemilik sedang dalam kondisi kepepet; ada anaknya yang opname di rumah sakit, atau untuk biaya anak yang sedang mendaftar di suatu sekolah, misalnya. Bolehkah kita membeli tanah atau rumah tersebut dalam kondisi sebagaimana di atas? Apakah kita termasuk orang yang memanfaatkan penderitaan orang lain?

Beli Murah, Jual Mahal…..

Posted by : | On : 31-05-2011 | Comments (0)
Beli Murah, Jual Mahal Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum. Ustadz, kalau saya membeli padi pada saat panen (harganya murah) untuk dijual lagi di kemudian hari setelah harganya stabil (harga naik kembali), boleh tidak? Apa dalilnya? Jazakallahu khairan.

ORANG ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT

Posted by : | On : 27-05-2011 | Comments (0)
ORANG ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” –QS Al Anbiyaa’ 26-28–Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

Pesan Seorang Ibu (3 hari sebelum wafat)

Posted by : | On : 27-05-2011 | Comments (0)
Pesan Seorang Ibu (3 hari sebelum wafat) Beliau adalah Yoyoh Yusroh, anggota DPR Komisi I yang meninggal karena kecelakaan di jalan raya. 3 hari sebelum kepergiannya beliau menulis email untuk putranya, seperti dibawah ini Mari diambil manfaatnya. ———————————————————- From: Yoyoh Yusroh Date: 2011/5/18 Subject: Nasihat untuk Sang Putera To: Aizza Jundana Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya (Ukht/ Nayifah Uwaimir) Wahai puteraku … Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia .. Janganlah berbicara dalam berbagai urusan .. Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya .. Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara .. Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat .. Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Menurut Anda dimana letak kebahagiaan itu………???

Posted by : | On : 18-05-2011 | Comments (0)
Menurut Anda dimana letak kebahagiaan itu………??? Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyurair hujan. Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya  : “Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”

Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?

Posted by : | On : 18-05-2011 | Comments (0)
Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?
Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ? Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk. Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957). Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).