Cara Terbaik Untuk Amar Ma’ruf Dan Nahi Munkar

Posted by : | On : 27-04-2012 | Comments (0)
Cara Terbaik Untuk Amar Ma’ruf Dan Nahi Munkar
Cara Terbaik Untuk Amar Ma’ruf Dan Nahi Munkar   Pertanyaan: Apakah ada cara terbaik untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar?  Jawaban:  Kepada ahlul hisbah, yaitu orang-orang yang bertugas melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, agar selalu melakukan adab-adab syara’, ikhlas kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam perbuatan mereka, dan berperilaku dengan akhlak para du’at kepada Allah dari sisi bersikap lemah lembut dan tidak kasar, kecuali bila dibutuhkan sikap seperti itu kepada orang-orang dzalim, sombong, dan penentang, saat itulah digunakan sikap keras kepada mereka, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: قال الله تعالى:) وَلَا تُجَٰدِلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡۖ (  ( العنكبوت : 46 ) Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka,…(QS. Al-‘Ankabut: 46).

Hukum Memberi Hadiah Kepada Atasan

Posted by : | On : 27-04-2012 | Comments (0)
Hukum Memberi Hadiah Kepada Atasan
Hukum Memberi Hadiah Kepada Atasan   Pertanyaan:Apakah hukumnya orang yang memberikan hadiah kepada atasannya dalam pekerjaan? Jawaban: Ini merupakan kesalahan dan sarana menuju keburukan yang banyak. Seharusnya sang atasan tidak menerima hadiah apapun. Sungguh ia bisa menjadi suap dan sarana menuju mudahanah dan khianat (dalam tugas), kecuali bila ia mengambilnya untuk rumah sakit dan kepentingan rumah sakit, bukan untuk dirinya.[1] Dan ia memberitahukan kepada pemberi hadiah bahwa ini untuk kepentingan rumah sakit dan ia tidak mengambilnya. Namun lebih baik lagi jika ia menolaknya serta tidak menerimanya baik itu untuk dirinya ataupun untuk rumah sakit, sebab hal itu bisa menyeretnya untuk menerimanya untuk dirinya sendiri. Dan terkadang pemberi hadiah bisa bertindak berani kepada seseorang yang mempunyai kedudukan/wewenang  dikarenakan ia mengharapkan perlakuan lebih baik dari pada yang lainnya. Karena tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengutus sebagian sahabat untuk mengumpulkan zakat, ia berkata: ‘Ini untuk kamu dan ini dihadiahkan kepada saya, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari hal itu dan berkhutbah di hadapan manusia seraya bersabda:

Memberi Hadiah dan Beberapa Adabnya

Posted by : | On : 27-04-2012 | Comments (0)
Memberi Hadiah dan Beberapa Adabnya
Memberi Hadiah dan Beberapa Adabnya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai…” HR. Bukhori di Adab Almufrad Dari Abi Hurairah. Hadiah, Pemberian, Shadaqah adalah aqad memberikan kepemilikan suatu barang kepada orang lain tanpa imbalan. Terdapat perintah untuk menerima hadiah apabila tidak ada padanya sesuatu yang syubhat atau haram. Disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih bahwa Nabi Muhammad shallallohu ’alaihi wasallam bersabda:  أِجِيْبُوْا الدَّاعِيَ وَلاَ تَرُدُّوْا الْهَدِيَّةَ وَلاَ تَضْرِبُوْا اْلمُسْلِمِيْنَ       “Penuhilah panggilan orang yang mengundangmu, janganlah engkau menolak hadiah dan jangan pula memukul orang Islam”.[1]

Surat dari Suami Untuk Para Istri

Posted by : | On : 24-04-2012 | Comments (0)
Surat dari Suami Untuk Para Istri
“ Surat dari Suami Untuk Para Istri ” Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty    Wahai istriku, ku teringat sebuah kewajiban yang harus ku tunaikan sebagai seorang suami, sebagai seorang nahkoda dalam kapal kita, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga kita, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah ayat dan hadist yang tak hanya sekali ku mendengarnya. Allah Ta’ala berfirman الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An Nisa :34)

Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan

Posted by : | On : 24-04-2012 | Comments (0)
Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan
Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan Bantahan Ilmiah Terhadap Buku : Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi     Bismillah.. Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala. Shalawat serta salam bagi Rasulullah, keluarga, para sahabat dan semua yang mengikuti petunjuk beliau shallallahu’alaihi wa sallam sampai hari kiamat. Amma ba’du; Saya telah membaca sebuah buku yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah dengan muroja’ah Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari hafizhahullah, terbitan TooBAGUS Publishing Bandung, cetakan pertama, bulan Sya’ban 1432 H.

PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA PENAGGULANGANNYA

Posted by : | On : 24-04-2012 | Comments (0)
PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA PENAGGULANGANNYA
PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA PENAGGULANGANNYA   Penyimpangan dari aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar terhadap jalan hidup kebahagiaan, sehingga hidupnya terasa sempit lalu ia ingin terbebas dari kesempitan tersebut dengan menyudahi hidup, sekali pun dengan bunuh diri, sebagaimana yang terjadi pada banyak orang yang telah kehilangan hidayah aqidah yang benar. Masyarakat yang tidak dipimpin oleh aqidah yang benar merupakan masyarakat bahimi (hewani), tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekali pun mereka bergelimang materi tetapi terkadang justru sering menyeret mereka pada kehancuran, sebagaimana yang kita lihat pada masyarakat jahiliyah.

Keutamaan Berdakwah Kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Posted by : | On : 24-04-2012 | Comments (0)
Keutamaan Berdakwah Kepada Allah Subhanahu Wata’ala
Keutamaan Berdakwah Kepada Allah Subhanahu Wata’ala   Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du: Allah SWT telah menyebutkan beberapa nabi alaihumus salam di dalam surat An-Nisa’ artinya: (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’: 165)

Surga di bawah telapak kaki Ibu

Posted by : | On : 21-04-2012 | Comments (0)
Surga di bawah telapak kaki Ibu
Surga di bawah telapak kaki Ibu By Fariz Zal Alkhatiri in Salaf on facebook Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Muqaddimah Ungkapan di atas sangat populer sekali dan banyak beredar di pengajian, ceramah, dan tu­lisan yang menekankan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, terutama seorang ibu yang telah banyak berjasa besar dan melakukan pengorbanan yang luar biasa untuk anaknya.   Ungkapan ini semakin laris manis pada saat menyongsong hari ibu yang diperingati oleh sebagian kaum muslimin untuk mengenang jasa para ibunda. Namun, apakah ungkapan ini merupakan hadits Nabi?! Ataukah hanya kata mutiara saja?! Apakah kemasyhurannya adalah jaminan bahwa itu adalah ucapan Nabi?!

MENITI JALAN MENUJU SURGA

Posted by : | On : 20-04-2012 | Comments (0)

MENITI JALAN MENUJU SURGA | Lebih lanjut..........

Sejarah Kemunculan Syi’ah

Posted by : | On : 19-04-2012 | Comments (0)
Sejarah Kemunculan Syi’ah
Sejarah Kemunculan Syi’ah Secara fisik, sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Akan tetapi jika diteliti lebih dalam terutama dari sisi akidah, perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga tidak mungkin disatukan.. Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61 karya Azhari dan Taajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi)