4 Alasan Kenapa Saya Ogah Mengucapkan Selamat Natal

Sob, terus terang saya ogah ribut-ribut, apalagi sampai berdebat dan bertengkar soal boleh-tidaknya mengucapkan selamat natal, gak banget. Tapi saya juga bukan muslim yang kurang mengerti agama sendiri, yang bisanya hanya ikut-ikutan, yang bisanya hanya manggut-manggut, yang bisanya hanya seperti kerbau dicocok hidungnya, diajak ke kiri oke, ke kanan yes, gak banget.

Lewat coretan ini, saya ingin mengabarkan kepada ‘dunia’ dan membisikkan kepada saudara seiman saya, “Ini lho alasan saya kenapa ogah mengucapkan selamat natal.”

Walau cuma 4, alasan saya ini sangat kuat, sekuat gunung rinjani mau ditabrak semut.

Pertama: Saya ogah mengucapkan selamat natal, karena akan disamakan, minimal dimiripakan dengan orang Kristen, apalagi kalau ada yang bilang, “Perbuatanmu menyerupai orang Kristen”, muka saya pasti merah alias tidak sudi, sebab menyerupai perbuatan suatu kaum, akan termasuk menjadi bagian dari mereka, ayo (muslim) mana yang mau menjadi bagian dari orang kafir? Na’uzubillah…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

haram_natal
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud.)

Kedua: Saya ogah mengucapakan selamat natal, apa pasal? Karena orang Nasrani (Kristen) bahkan sampai dunia ini kiamat tidak akan pernah rela terhadap kaum muslimin sampai mereka keluar dari Islam, mengikuti agama mereka… Nah, salah satu caranya, mereka memancing dengan mengucapkan selamat hari raya saat kaum muslimin lebaran, lalu saat natal mereka mendulang ikan, dan ikannya pun bukan cuma ‘tri’, ‘kakap’ pun ikut terpancing, sebagian kaum muslimin (awam/berilmu) balik memberi ucapan selamat kepada mereka…licin kan caranya?

Allah berfirman:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير
ٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Surat Al-Baqarah: 120)

Ketiga: Saya ogah mengucapkan selamat natal, karena natal bukan hari raya Islam, kalau bukan hari raya Islam Allah pasti tidak akan ridho, kalau Allah tidak ridho lalu saya tetap lakukan kemudian Allah marah, ke mana saya akan berlindung…selain tentu pasti saya akan berdosa… Bukankah setelah ajaran Islam datang, ajaran agama mereka dihapus dan Islam adalah agama pilihan Allah untuk seluruh makhluk…. gak percaya? Tengok firman Allah:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِين
َ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Surat. Ali Imron: 85)

Keempat: Saya ogah mengucapkan selamat natal, karena mengucapkannya berarti secara tidak langsung ikut mengakui Yesus sebagai anak tuhan/tuhan dan menganggap agama mereka benar…Padahal agama yang diterima disi Allah hanyalah Islam….Allah hanya menerima Islam sebagai agama…Lalu kok saya yang menerima, minimal mengakui dengan memberi ucapan selamat natal…akal saya di mana, sob? Jelas-jelas Allah berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Surat Al-Imran: 19]

Nah, sob, inilah keempat alasan saya yang sangat terang seterang matahari jam 1 siang di Saudi saat musim panas kenapa ogah mengucapkan selamat natal. Sependapat dengan saya, silahkan ikuti, gak, berarti Anda bak semut yang mau menabrak gunung rinjani…

Di pinggir sawah dengan hijaunya daun padi, Senin, 21/12/2015

Marwan AM, حفظه الله تعالى

http://pondokassunnah.com/4-alasan-kenapa-saya-ogah-mengucapkan-selamat-natal/

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*