Ahli Bid’ah Itu ‘Bunglon’

Sekedar ilustrasi

[[Seri 35] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Dalam riwayat Addarimi (1/102), Umar bin Abdul Aziz berkata,

من جعل دينه غرضا للخصومات أكثر التنقل

”Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai bahan perdebatan, dia akan banyak berpindah-pindah.”

 Di dalam kitab Thariqul Hijratain (601), Ibnul Qayyim menyebutkan ciri-ciri/sifat ahli bid’ah,

ومن صفاتهم كثرة التلون، وسرعة التقلب، وعدم الثبات على حال واحد: بينا تراه على حال تعجبك من دين أو عبادة أو هدى صالح أو صدق، إذ انقلب إلى ضد ذلك كأنه لم يعرف غيره، فهو أشد الناس تلوناً وتقلباً وتنقلاً

“Di antara sifat-sifat mereka adalah; berperangai bunglon, cepat berbalik arah, tidak konsisten pada satu keadaan.  Suatu keadaan membuatmu takjub akan agama, ibadah, kesalihan, atau kejujuran mereka, namun seketika mereka  berbalik  dari keadaan tersebut, seakan mereka tidak mengenal  lagi siapapun. Mereka adalah manusia yang paling dahsyat dalam berubah-ubah, tidak konsisten, dan berpindah-pindah dari  satu keadaan ke keadaan lainnya.”

Beberapa poin penting:
  • Ahli bid’ah tidak konsisten dalam beragama
  • Bid’ah itu sendiri digawangi hawa nafsu, sementara hawa nafsu tidak ada batasnya
  • Pentingnya konsisten dan kokoh di atas Sunnah

Senin, 31 October 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه ]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*