Bahaya Akibat Memahami Al-Qur’an Tanpa Sunnah

[[Seri 14] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah subhanahu wa ta’ala mengancam orang yang menyelisihi perintah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ancaman yang berat,

فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“”Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (an-Nur: 63)

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur-an, agar engkau menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [An-Nahl: 44]

Allah berfirman:

وَيُعَلِّمُهُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

Dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah.” (QS Ali Imron, 3: 164)
Di dalam kita Ushul I’tiqad Ahlisunnah (1/70), Al-Hasan, Qatadah, dan Yahya bin Abi Katsir berkata: : (وَالْحِكْمَةَ), maksudnya Sunnah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ إِنِّي أُوْتِيْتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ…

Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab (Al-Qur-an) dan yang sepertinya (yaitu As-Sunnah) bersamanya.” [HR: Abu Daud]

Hassan bin Athiyah berkata:

كَانَ جِبْرِيلُ يَنْزِلُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالسُّنَّةِ كَمَا يَنْزِلُ عَلَيْهِ بِالْقُرْآنِ ، وَيُعَلِّمُهُ إِيَّاهَا كَمَا يُعَلِّمُهُ الْقُرْآنَ

Jibaril ‘alaihissalam menyampaikan Sunnah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana menyampaikan Al-Qur’an, juga mengajarkan kepadanya sebagaimana mengajarkan Al-Qur’an.” (Diriwayatkan Addarimi (1/153)).

Yahya bin Abu Katsir berkata : ‘As-Sunnah memutuskan (menetapkan) Al-Qur’an dan tidaklah Al-Qur’an memutuskan (menetapkan) As-Sunnah”, diriwayatkan oleh Ad-Darimi dan Said bin Manshur.

 
Al-Baihaqi berkata : “Maksud dari ungkapan di atas, bahwa kedudukan As-Sunnah terhadap Al-Qur’an adalah sebagai yang menerangkan sesuatu yang datang dari Allah, sebagaimana firman Allah.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka”. [An-Nahl/16 : 44]

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

السنة تفسر الكتاب, وتعرف الكتاب وتبينه

Sunnah menafsirkan Al Qur’an dan Sunnah menjadi dalil-dalil (sebagai petunjuk dalam memahami) Al Qur’an.” (Diriwayatkan Al-Khatib di dalam kitab Al-Kifayah, hal.15).

Beberapa poin penting:
• Sunnah juga merupakan wahyu
• Di dalam surat Annur di atas, ancaman bagi orang yang menyelisihi Sunnah
• Sunnah menjelaskan Al-Qur’an, menjelaskan sekaligus mengkhususkan keumuman ayatnya, dan mengikat kemutlakannya, serta membangun hukum yang baru
• Allah menyeru hambaNya untuk mengikuti Sunnah Nabinya
• Bahaya akibat memahami Al-Qur’an tanpa Sunnah, dapat mengangkat pedang, menumpahkan darah ummat
• Para sahabat adalah orang-orang yang paling alim tentang Al-Qur’an dan Sunnah
• Dilarang keras mengikuti hawa nafsu dan membenturkan natara satu nash dengan nash yang lain atau antara satu ayat dengan hadist.

Selasa, 04 October 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*