Beda Tauhid dengan yang lain (Bag.2)

Keenam:  Tauhid Sesuai dengan fitrah manusia

Tauhid sesuai dengan fitrah manusia, tentu fitrah yang lurus serta akal yang sehat. Maka seandainya manusia menggunkan fitrah dan akal sehatnya, tentu tidak akan memilih selain tauhid. Bahkan tauhid itu sendiri adalah fitrah, sebagaimana tertera dalam firman Allah surat Ar-Ruum, ayat 30,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Sebaliknya, perbuatan syirik keluar dan melenceng dari fitrah. Dalam hadist qudsi riwayat Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengungkapkan,

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِيْ حُنَفَاءَ فَجَاءَتْهُمُ الشَّيَاطِيْنُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِيْنِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلَتْ لَهُمْ.

“Allah subhaanahu wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus, kemudian datanglah kepada mereka setan-setan yang menyesatkan mereka dari agama mereka serta mengharamkan atas mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka.”

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَثَلِ الْبَهِيْمَةِ تَنْتِجُ الْبَهِيْمَةَ، هَلْ تَرَى فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana permisalan hewan yang dilahirkan oleh hewan, apakah kalian melihat pada anaknya ada yang terpotong telinganya? (Anaknya lahir dalam keadaan telinganya tidak cacat, namun pemiliknya lah yang kemudian memotong telinganya, -pen.).”

Akal yang lurus, fitrah yang sehat, yang tidak melenceng pasti tidak akan menerima kecuali tauhid, sebab adakah akal dan fitrah yang sehat menerima banyak tuhan???.

 ءَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ

“Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسْمَآءً سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.

Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS: Yusuf: 39-40).

Ketujuh: Tauhid merupakan perekat abadi

Hingga saat ini, tak ada perekat persaudaraan di antara manusia yang lebih langgeng dan lebih abadi selain tauhid. Tauhid bahkan di antara ahli iman memiliki daya ikat yang kuat, tak hanya terbatas di dunia namun juga hingga di akhirat kelak.

Dalam surat Az-Zukhruf, ayat 67, Allah mengabarkan,

ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Juga firmanNya dalam surat Al-Baqarah, ayat 166,

 وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ ٱلْأَسْبَابُ

“ (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.”

Kelak, setiap hubungan akan putus, jalinan cinta bakal tinggal kenangan, tak ada ikatan yang langgeng kecuali ikatan dalam iman. Selama karena Allah pasti bakal langgeng, sebaliknya, ikatan bukan karena Allah pasti bakal putus kendati ikatan tersebut sebelumnya kuat dan dalam, entah di dunia atau kelak di akhirat.  Hanya ikatan iman dan tauhid yang kekal abadi.

Kedelapan: Tauhid sumbernya tak sembarangan

Diambil dari ‘mata air yang sejuk nan tawar’, diambil dari  Al-Qur’an yang merupakan kitab Allah dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang merupakan wahyu, bukan dari hawa nafsu.

Kesembilan: Tauhid Akan Tetap Kokoh dan Terjaga

Allah yang Maha Kuasa menjamin tauhid, agama Islam tak akan tergerus oleh zaman, ia akan tetap kokoh dan terjaga hingga kiamat kelak kendati tak disenangi oleh orang-orang musyrik. Dalam firmanNya, surat  At-Taubah, ayat 33, Allah mengatakan,

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”

Juga dalam firmanNya, surat Ibrahim, ayat 27, Allah menegaskan,

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”

Kesepuluh: Tauhid menghadirkan banyak keuntungan

Tauhid menghadirkan banyak keuntungan, mendatangkan aneka menfaat untuk dunia dan akhirat, salah satunya adalah kemenangan.

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS: Al-Baqarah:5).

Di ruang malam, Dasbo Street, Ahad, 25/12/2016

[Marwan AM, Lc, حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*