Bid’ah Menghancurkan Agama dan Menghilangkan Sunnah

[[Seri 32] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah dan jangan kamu ikuti jalan-jalan lainnya, niscaya (jalan-jalan lain tersebut) memecah belah kalian dari jalannya …“. (Al An’am: 153).

Dalam riwayat Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir (10610) Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

مَا أَتَى عَلَى النَّاسِ عَامٌ إِلا أَحْدَثُوا فِيهِ بِدْعَةً، وَأَمَاتُوا فِيهِ سُنَّةً، حَتَّى تَحْيَى الْبِدَعُ، وَتَمُوتَ السُّنَنُ

“Setiap tahun ada saja orang yang membuat bid’ah dan mematikan sunnah, sehingga yang hidup adalah bid’ah dan sunnah pun mati.”

 Dalam riwayat Ibnu Batthah di dalam kitab Al-Ibanah (1/351), Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash aberkata:

 مَا ابْتُدِعَتْ بِدْعَةٌ إِلا ازْدَادَتْ مُضِيًّا , وَلا تُرِكَتْ سُنَّةٌ إِلا ازْدَادَتْ هَرَبًا 

“Tidak ada suatu bid’ah yang dilakukan kecuali bid’ah tersebut akan bertambah banyak, dan tidaklah sunnah ditinggalkan melainkan sunnah tersebut akan semakin jauh.”

Diriwayatkan Imaam Al Hakim dalam kitab Al Mustadrok (8570), Abdullooh bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ الفِتْنَةُ يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ، وَيَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ، وَيَتَّخِذُهَا النَّاسُ سُنَّةً، فَإِنْ غُيِّرَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ

غُيِّرَتِ السُّنَّةُ» ، قَالُوا: مَتَى يَكُونُ ذَلِكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ ؟ قَالَ : « إِذَا كَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ، وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ، وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ، وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ، وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الآخِرَةِ

“Bagaimana kalian jika di suatu zaman fitnah menyelimuti kalian sehingga membuat besar sebelum waktunya bagi anak kecil, membuat pikun orang dewasa, dan manusia menjadikan fitnah itu sebagai sunnah sehingga jika sunnah tadi diubah, mereka mengatakan: “Sunnah kita telah diubah.”

Lalu beliau ditanya, “Kapan hal itu terjadi, wahai Abu ‘Abdirrohman?”

Beliau menjawab, “Jika:

  • Semakin banyak para Qurroo’ (para Pembaca Al Qur’an)
  • Semakin sedikit para Fuqoha (orang-orang yang faqih / mendalam dalam perkara dienul Islam)
  • Semakin melimpah harta kalian
  • Semakin langka orang-orang terpercaya dari kalian
  • Dan akhirat dijual dengan dunia.”

 

Beberapa poin penting:

  • Bid’ah akan muncul tanpa batas, celakanya semuanya akan menutupi kebenaran hingga tenggelam
  • Bid’ah akan selalu menjadi musuh Sunnah, setiap kali bid’ah muncul lawannya pasti akan mati
  • Satu Bid’ah pasti akan melahirkan Bid’ah yang lain
  • Bid’ah akan menghancurkan agama, hingga ia sendiri berubah menjadi ‘agama’ yang dipeluk

Rabu, 26/10/2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*