Bila Ditimbang dari Sisi ini, Lebih Baik di Lombok Ketimbang di Bali

Sepanjang pengetahuan saya, 4 atau 5 tahun lalu, pemuda Desa Santri yang mengabdikan diri di dunia kuli bangunan amat langka dijumpai kecuali menjelang hari raya idul fithri. Seperti diketahui, hampir seluruhnya bekerja di pulau seberang.

Memilih Bali sebagai tempat mengeruk rupiah melalui kuli bangunan bukan tanpa alasan. Selain kota ini banyak proyek banguanan yang tersedia, juga gaji di sana relativ lebih besar. Namun juga bukan tanpa kerugian.

kerja jadi kuli dibali

Bila ditimbang terutama dari sisi agama, kerugian tidak bisa mengikuti kajian Sunnah sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Kenyataan di lapangan dan pengakuan mereka sebagai buktinya.

Di ujung ramadhan, setelah pulang kampung, pemuda-pemuda itu hampir 90 % berdandan jauh dari kesan pemuda yang sering menenggak kajian. Dan tidak jarang mengaku, di Bali, jangankan mengikuti kajian, shalat pun kerap luput.

Sekarang, selama hampir setahun di rumah usai pulang dari Madinah, saban hari saya berjumpa dengan insinyur-insinyur bangunan itu, walaupun tidak seluruhnya, seperti Amak Adam, Munzir, Anwar, dll.

Terlebih mereka yang sudah ‘sadar’, jauh lebih memilih tetap tinggal di Lombok ketimbang menyeberang ke Bali. Memang selisih gaji di sana masih relativ lebih besar, tetapi proyek di Lombok sudah tidak selangka dulu, kini, belum selesai satu proyek sudah ada proyek lain menunggu untuk digarap.

Kelebihan menetap di kampung, sebut Amak Adam, niat bisa mengikuti kajian terpenuhi selain dekat dengan keluarga, shalat terjaga, dan keinginan melakukan berbagai maksiat dapat direm. (Marwan AM, حفظه الله تعالى)

http://pondokassunnah.com/bila-ditimbang-dari-sisi-ini-leb…/

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*