Budaya Ditinjau dari Sisi Islam, Perbedaannya dengan Agama, dan Pandangan Islam Terhadapnya

Alhamdulillah, File Audionya sudah di Upload.

[dari kajian umum Dr. Ali Musri Samjan Putra, MA di Ma’had Assunnah Lombok, Sabtu (7/5) malam]

 

islam nusantara

 

Sekapur Sirih

Alhamdulillah kita ngaji dalam rangka manambah ilmu dan wawasan kita. Semoga Allah membalas atas keahdiran antum di tempat ini, baik untuk akirat maupun dunia.

Tema: Budaya ditinjau dari Sisi Islam

Dalam kesempatan yang singkat ini, kita akan berbicara tentang, “Budaya Ditinjau dari Sisi Islam”.

Banyak kita saksikan terjadinya anarkis, paham radikal terhadap masyarakat, orang-orang yang tidak mau mengikuti tradisi yang berseberangan dengan Sunnah rasulullah.

Karena itu, masalah ini perlu didudukan, seperti apa budaya di mata Islam. Apalagi adanya wacana baru yang ingin disebarkan oleh orang-orang dengan nama Islam Nusantra (IN), ini dapat menimbulkan banyak persepsi-persepsi di masyarakat.
Oleh karena itu kita ingin meninjaunya dari segi akidah. Sebagai Ahlussunah, kita harus mengerti hujjah-hujjah , agar kita tidak mudah tertipu dengan selogan-selogan lalu dengan mudah dijauhkan dari Islam.

Akhir-akhir ini, kita mendengar Istilah Islam Nusantra, terjadi pasca Alqur’an dibaca dengan langgam Jawa. Padahal, Jangankan Al-Qur’an, teks puisi saja kalau dibaca dengan cara berbeda, maknanya aka berubah , kalau lagu Indonesia Raya, misalnya, didangdutkan, maka apa yang akan terjadi? Ribut pasti.
Memain-mainkan bacaan Al-Quran jelas berbahaya, terlebih didukung para tokoh-tokoh bangsa, kalau orang gila mungkin bisa, tapi ini di gedung istana, -saya khawatir azab Allah cepat datanganya-,Tapi anehnya tokoh-tokoh bangsa diam seribu Bahasa, sebagian malah mendukung.

Inilah pentingnya kita membahas akidah, kalau saja puisi diubah cara bacanya maka itu melanggar, maka apalagi Al-Qur’an.
Bagaikan Belut Berkepala Ular

Mereka menggunakan (Islam Nusantara), istilah-istilah samar yang ragu dan rancu, di mana tujuannya untuk menipu dan mengelabui orang awam. Jika ditolak maka ada kata Islam, kalau diambil ada nusantaranya. Ini bagaikan belut berkepala ular. Antara halal dan haram. Dibuang, ini belut, halal, kalau diambil, tapi belutnya berkepala ular.

Dari dulu mereka selalu menggunakan nama-nama samar untuk membuat ragu orang lain, akhirnya yang terjadi adalah agama lokal, lalu akhirnya ingin menggunakan Bahasa Indonesia saat sholat.
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” [Surat Al-Baqarah 42]

Salah satu cara untuk selamat dari istilah-itilah yang dibuat -buat itu, kita harus kembali kepada pemhaman ulama. Istilah abu-abu ini akan membuat orang-orang awam tertipu. Tapi giliran bertemu dengan orang yang lebih alim, kalah dalam berhujjah, ia lalu berpur-pura menampakkan sisi baiknya.
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.”[Surat Al-Baqarah 14].

Di mana hakikat Islam Nusantra ini adalah untuk membanggiktkan tradisi-tradisi nenek moyang. Apa dasar pemikirannya? Kalau jawabannya Al-Qur’an dan Sunnah, kenapa tidak seperti Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasllam dan sahabat radhiallahu ‘anhum? Kalau jawabanyan bukan, untuk apa membuat Istilah baru, apakah Islam tidak toleran, apakah tidak sebagai rahmatan lil’alamin? Faktanya, tokoh-tokoh Islam Nusantara itu tak ada yang toleran terhadap orang yang menjalankan agama yang benar.
Kenapa mereka lalu mengeluarkan istilah Islam Arab, ini tujuannya untuk mempersoalkan budaya Arab, bukan agama, kenapa tidak disalahkan budaya amerika. Kenapa yang melakukan budaya arab yang itu Islam, mereka jelekkan, yang dari barat tidak dijelekkan.Tahlilan, maulidan, yang bukan Islam disebut Islam Nusantra, sementara budaya Arab yang Islam tidak mereka sukai. Apakah pemahaman mereka lebih baik dengan Islamnya para sahabat?

Definisi Budaya

Apa definisi budaya? Semua Bahasa sepakat, bahwa budaya adalah kebiasaan atau pengalama manusia. Kebiasaan baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan yang baik dan diterima oleh masyarakat sebuah daerah.

Yang jelas budaya itu bersumber dari manusia bukan dari Allah, ada yang dianggap baik , ada yang tidak, baik buruknya tergantung daerah masing-masing. Jawa, Madura misalnya, tidak sama budayanya, apalagi satu bangsa dan yang lainnya, dan budaya selalu berubah-ubah dari masa ke masa.

Beda Budaya dengan Agama (Islam)
1. Budaya bersumber dari manusia, sementara manusia disebutkan dalam Al-Qur’an
إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” [Surat Al-Ahzab 72]
Bertindak tanpa ilmu, itu kelaliman. Sedang agama dari Allah Azza wa Jalla, dan Allah Azza wa Jalla
إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Surat Al-An’am 128],

2. Sebuah budaya belum tentu cocok untuk semua manusia, budaya Asia belum tentu cocok dengan budaya Afrika. Sedang Islam, cocok untuk semua bangsa, bahkan bangsa jin.

3. Sebuah budaya belum tentu cocok setiap saat, hanya dalam waktu dan jaman tertetntu. Sedang Islam cocok untuk sepanjang masa, sepanjang jaman, dan keasliannya dijamin.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”[Surat Al-Hijr 9]

4. Sebuah budaya belum tentu cocok dalam setiap tempat, sedang Islam cocok di setiap tempat, di Eropa misalnya. Bukankah Alla berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Surat Al-Anbiya’ 107]

5. Sebuah budaya boleh kita pilah-pilih, boleh kita lupakan, sedang Islam wajib kita terima, haram kita tolak…
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” [Surat Al-Baqarah 208]

Intinya, semua aliran sesat…mengimani (Islam) sebagian dan mengingkari sebagian.
وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ
“Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”,.[Surat An-Nisa’ 150]
Inilah lima beda agama dan budaya

Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Budaya..
Sejak dulu, para nabi ditolak dengan hujjah budaya oleh kaumnya…Orang-orang dahulu, kalau diajak oleh para nabi selalu menolak atas nama budaya/tradisi.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?” [Surat Luqman 21]

Contoh-contoh Islam mengoreksi budaya arab, dan ini bukti bahwa Islam tidak mengikuti budaya Arab, misalnya budaya Arab suka berlebihan terhadap orang-orang saleh, Allah menegur mereka…
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. [Surat Az-Zumar 3]

Ini budaya yang diingkari oleh Islam..

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditolak dengan budaya, bukti Islam mengoreksi, membuang budaya arab yang tidak cocok dengan Islam.
[dahulu] Orang Arab telanjang saat tawaf (pria siang hari, wanita malam hari), Islam tegas menentangnya ……
Budaya Arab suka bernyanyi dan menyewa biduan…Allah Azza wa Jalla menegur..
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Surat Luqman 6]

Dan lain sebagainya dari budaya-budaya Arab yang dikoreksi Islam.
Intinya Islam memandang, budaya tidak bisa jadi agama, dan agama tidak anti budaya, selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam, dan tidak dianggap wajib dijalankan.

Jadi budaya bukan tolak ukur, untuk menganggap sesat tidaknya seseorang, baik dikerjakan atau tidak.

Misalnya ada, karena tidak yasinan tidak dimakamkan di makam umum, contoh lain ada pondok yang tidak mau tahlilan..dibakar karena dinaggap menentang budaya, tradisi …

Anehnya, kenapa yang tidak solat, yang tidak menutup aurat, tidak diasingkan…? Ini salah memposisikan budaya…

Sekali lagi, agama (Islam) tidak anti dengan budaya selama tidak bertentangan dengan asas Islam, dan budaya sama sekali tidak sama dengan agama.

Budaya adalah bersumber dari akal pikiran manusia, kebenarannya relativ, sedang Islam datangnya dari Allah, bukan budaya arab, cocok sepanjang masa, dan di setiap tempat untuk setiap manusia.

Ma’had Assunnah, Sabtu, 07/05/2016

Mar Wan​ AM, حفظه الله تعالى ورعاه

Alhamdulillah, File Audionya sudah di Upload.

DOWNLOAD satu rADIO
1. Materi

2. Tanya Jawab

3. Tanya Jawab : Benarkah Pemimpin KAFIR yang adil lebih BAIK dari Pemimpin Muslim yang dzolim….?

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*