Harta = standar kecintaan Allah?

Sungguh inilah pemahaman kapitalis yg sejak dulu diingkari oleh Islam.. Hal itu, telah Allah tegaskan dalam banyak ayat dalam Alquran.

Allah berfirman (yg artinya):

“Tidaklah harta² dan anak² kalian itu dapat mendekatkan kedudukan kalian di sisi Kami”. [QS. Saba’: 37]

Di ayat lain Allah berfirman (yg artinya):

“Sesungguhnya harta² dan anak² kalian hanyalah cobaan (bagi kalian)”. [QS. Attaghobun:15]

Allah juga berfirman (yg artinya):

“Barangsiapa menghendaki (nikmat dunia) yg disegerakan, maka Kami segerakan baginya di dunia itu nikmat yang kami kehendaki utk *siapapun* yang Kami inginkan, kemudian Kami tentukan baginya *neraka jahannam*; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir”. [QS. Al-Isro: 18]

harta-tahta

Allah juga berfiman (yg artinya):

“Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya dg memberinya kelapangan dan kenikmatan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. (**) Adapun bila Tuhannya mengujinya dg kekurangan rezeki, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah menghinakanku”. (**) padahal sama sekali tidak demikian!”. [QS. Alfajr: 15-17]

Bahkan, ini pula standar yg dipakai oleh Firaun utk membenarkan ajarannya.. maka jangan sampai kita mengikuti jejaknya, Allah ta’ala berfirman (yg artinya):

“Fir’aun menyeru kaumnya (seraya) berkata: “wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku, dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; tidakkah kalian melihatnya?!
(**) Bukankah aku lebih baik daripada (Musa); orang yang hina, yang hampir tidak dapat menjelaskan perkataannya?
(**) Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?”
(**) Maka (dengan retorika itu) Fir’aun mempengaruhi kaumnya, lalu mereka patuh kepadanya, sungguh mereka adalah kaum yang fasik”. [QS. Azzukhruf: 51-54]

Sungguh.. harta, kedudukan, ketampanan, kecantikan, dan nikmat² dunia lainnya bukanlah standar kecintaan Allah kepada kita.

Namun.. yg menjadi standar kecintaan Allah kepada kita, adalah tingginya *keimanan dan ketakwaan* kita kepada Allah.. tanpa pandang bulu.. siapapun dia, dimana pun dia, dan bagaimana pun keadaannya.. Allah ta’ala berfirman (yg artinya):

“Ingatlah, bahwa kekasih² Allah; tidak ada ketakutan pada mereka, dan mereka juga tidak akan bersedih. Yaitu = orang² yg *beriman dan bertaqwa* kepada-Nya”. [QS. Yunus: 62-63]

Nabi shalallahu alaihi wasallam juga bersabda (yg artinya):

“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat rupa² kalian, dan tidak pula melihat harta² kalian. Namun yg Allah lihat adalah hati² dan amal² kalian”. [HR. Bukhori Muslim]

Semoga bermanfaat.. dan silahkan dishare..

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA. via FB  Fadil Basymeleh

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*