Ibnu Aqil Lebih Memilih Kue Basah Ketimbang Roti Untuk Menghemat Waktu dalam Memakannya

Ibnu Aqil -rahimahullah- menuturkan, “Sebisa mungkin, saya berusaha meringkas waktu makan. Sehingga saya lebih memilih kue yang sengaja saya basahi dengan air, ketimbang menyantap roti kering. Karena ada selisih waktu yang membedakan keduanya saat dikunyah. Yakni agar waktu belajarku lebih optimal, dan agar saya dapat mengejar pelajaran yang lain yang belum saya mengerti.

santri2

Karena menurut kesepakatan para ulama, sesuatu yang paling berharga bagi orang berakal adalah waktu. Waktu adalah harta karun yang dapat digunakan menggapai peluang. Karena beban kita banyak sementara waktu selalu bergerak cepat.” [ [Buku] Manajemen Waktu Para Ulama (hal. 99)]

Dengan waktu, para ulama bak roket yang dalam hitungan menit mampu menempuh puluhan kilometer. Mereka begitu efisien menggunakannya, hingga mampu menciptakan berpuluh-puluh karya dalam waktu singkat.

Semoga santri Ma’had Assunnah dapat meniru gaya Ibnu Aqil rahimahullah. (Marwan AM, حفظه الله تعالى)

dari PF Pondok Pesantren Assunnah Lombok

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*