Imam Masjid Nabawi: Putus Asa dan Ketakutan Merupakan Senjata Musuh Paling Ampuh

Imam dan khatib masjid Nabawi Asy-Syarif  Syaikh Abdullah Al-Bu’ayjan mengingatkan, bahwa putus asa dan ketakutan merupakan senjata perang dan siasat paling ampuh yang sengaja dilemparkan oleh musuh untuk menggoyang barisan ummat. Ia juga mengajak untuk menebarkan ketenangan, kabar gembira dan mengirim harapan kepada kaum muslimin kendati dalam situasi terpuruk, serta tidak gentar di hadapan kekuatan yang digawangi para penebar kebatilan.

Dalam khutbahnya Jum’at (6/1) kemarin, ia mengatakan, ujian dan cobaan merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi di alam ini. “Dia-lah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu.” [QS:Al Mulk: 2]

Di antara hikmah di balik pergulatan yang terjadi antara kebenaran dan kebatilan adalah untuk membedakan orang-orang yang jujur dari para pendusta. Merupakan ajang seleksi untuk mengetahui sejauh mana kekuatan dan keteguhan iman dan keyakinan yang dimiliki dan menyaring orang-orang yang  pantas dalam barisan kaum muslimin. Dengan manhaj tarbawi, Allah pasti akan menyelamatkan orang-orang yang tertulis baginya hidayah, hingga bangkit dari kelalaian.

Ketika berada di titik nadir, ujian dan cobaan mengepung dari segala penjuru, sementara jalan keluar sepertinya tak kunjung datang, yang membuat rasa putus asa dan patah arang membalut perasaan. Maka pada situasi serupa ini, tak ada pilihan lain kecuali kembali kepada Allah sembari berbaik sangka, sebab padaNya-lah jalan keluar untuk menghadapi setiap kesulitan dan padaNya pula solusi untuk menghadapi setiap kekhawatiran.

Sesungguhnya, menebar ketenangan dan kabar gembira, serta mengirim harapan pada kaum muslimin saat kekhawatiran mendera merupakan metode qur’ani dan petunjuk Nabi. Saat menghadapi kekejaman Fir’aun, Allah berkata kepada Musa dan Harun Alaihimussalam, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat“. (QS: Ta Ha :46)

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar ketika keduanya berada di dalam gua, “Apa pikirmu, wahai Abu Bakar, tentang dua orang, di mana yang ketiganya adalah Alloh!” Janganlah bersedih! Sesungguhnya Alloh menyertai kita..(HR. Bukhari).”  Juga seperti yang pernah terjadi pada kisah perang badar dan ahzab, tatkala kaum muslimin dilanda keterpurukan, namun akhirnya berujung kemenangan.

Ia menambahkan, meskipun sebabnya berubah-ubah, keadaan dan situasi berganti menjadi lebih buruk, sungguh kaum muslimin tetap mampu meraup keuntungan, dan ujung yang baik selalu berpihak pada orang-orang yang bertkwa. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim )

Maka letakkanlah rasa takut kepada Allah di hati-hati kalian, buang jauh-jauh putus asa dan rasa khawatir terhadap ummat, sebab keduanya merupakan senjata perang dan siasat musuh yang sengaja dilemparkan untuk menggoyang barisan ummat, sebaliknya berilah kabar gembira, penuhi jiwa-jiwa mereka dengan harapan, serta percayalah pada Allah, sebab kalian memiliki derajat yang tinggi. Dalam firmanNya, surat As-Saffat, ayat 171-173, Allah mengatakan, “Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.”

Jangan terpedaya dengan kekuatan yang digawangi penebar kebatilan, sesungguhnya Allah berkuasa terhadap urusan-Nya kendati orang-orang kafir tidak suka.

Buah pena: Syaikh Khalid Azzaidi hafidzahullah

Sumber: http://www.alriyadh.com/1561135

Dasbo Street, Rabu, 11/1/2017

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*