Bahaya Nongkrong Bersama Ahli Bid’ah

[[Seri 36] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka."[QS an-Nisa : 140]

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آَيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)."[QS al-An’am : 68]

Dalam riwayat Abu Dawud (4319), Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ

"Barangsiapa mendengar Dajjal, hendaklah ia mejauh darinya. Karena demi Allah, seseorang akan mendatanginya dengan mengira bahwa ia (Dajjal) itu seorang mu’min, lalu iapun mengikutinya dalam syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh Dajjal atau karena syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh Dajjal."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Al-Hasan bin Abil Hasan al-Bashri dan Muhammad (bin Sirin), mereka berdua berkata,

لا تجالسوا أصحاب الأهواء ولا تجادلوهم ولا تسمعوا منهم

"Janganlah kalian bermajelis dengan ahlul ahwa! janganlah kalian berdebat dengan mereka! dan janganlah kalian mendengar dari mereka!.”[Diriwayatkan Ibnu Sa’ad dalam ath-Thobaqot al-Kubro (7/172), sanadnya shohih]

Abu Qilabah berkata,

لا تجالسوا أهل الأهواء ولا تجادلوهم فإني لا آمن أن يغمسوكم في ضلالتهم أو يلبسوا عليكم ما كنتم تعرفون

"Janganlah kalian bermajelis dengan ahlul ahwa dan jangan berdebat dengan mereka! karena aku tidak merasa aman jika mereka akan menenggelamkan kalian ke dalam kesesatannya atau men-talbis (membuat kesamaran) terhadap apa yang kalian anggap baik." [Diriwayatkan Ibnu Sa’ad dalam ath-Thobaqot al-Kubro (7/184), lihat as-Siyar (4/472) oleh adz-Dzahabi. Sanad ini shohih]

Dari Mufadhdhol bin Muhalhal as-Sa’di ia berkata,

لو كان صاحب البدعة إذا جلست إليه يحدثك ببدعته حذرته وفررت منه ولكنه يحدثك بأحاديث السنة في بدو مجلسه ثم يدخل عليك بدعته فلعلها تلزم قلبك فمتى تخرج من قلبك ؟

"Seandainya ahli bid’ah itu, jika engkau duduk bersamanya, lalu ia berbicara dengan bid’ahnya maka engkau akan mentahdzirnya dan lari darinya. Akan tetapi ia berbicara kepadamu dengan hadits-hadits sunnah pada majelisnya yang tampak, lalu bid’ahnya masuk kepadamu, kemudian bid’ah itu mengenai hatimu, maka kapan bid’ah itu akan keluar dari hatimu?" [Diriwayatkan Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah al-Kubro]

Imam Sofyan Ats Tsaury-rahimahullah berkata,

 من جالس صاحب بدعة; لم يسلم من إحدى ثلاث : إما أن يكون فتنة لغيره ، وإما أن يقع بقلبه شيء يزل به فيدخله النار ، وإما أن يقول : والله لا أبالي ما تكلموا به ، وإني واثق بنفسي ، فمن أمن الله طرفة عين على دينه; سلبه إياه

"Barang siapa bermajlis dengan pelaku bid'ah maka tidak selamat  satu dari tiga perkara; dia menjadi fitnah bagi yang lain; atau masuk ke dalam hatinya sesuatu (subhat/kesesatan) sehingga tergelincir hatinya kemudian Allah memasukkannya kedalam neraka; atau dia berkata: demi Allah saya tidak peduli apa yang kalian katakan dan saya merasa yakin dengan diri saya, barang siapa yang bisa menjamin agamanya dari pada Alloh sesaat maka Dia akan merampasnya darinya."[al bida'  li imam Ibn wadhdhoh:(54) dan Al 'I'tishom (1/54)]



Beberapa poin penting:
  • Dilarang duduk bersama ahli bid'ah dan menjadikan mereka sahabat
  • Duduk bersama ahli bid'ah dan bergaul dengan mereka, Anda bakal ikut menyusul gaya mereka
  • Antusias para salaf menghindari ahli bid'ah, guna menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari keburukan dan sebab-sebabnya, dan khawatiran terhadap murka dan kemarahan Allah Azza wa Jalla
  • Ahli bid'ah adalah seburuk-buruk teman duduk, dikarenakan dahsyatnya bahaya yang ditimbulkan dan buruknya pengaruh mereka
  • Duduk bersama ahli bid'ah, lama-lama bid'ah dibuat tampak indah di mata manusia, lalu mengajak  mereka kepadanya
  • Ahli bid'ah menipu manusia dengan cara sedikit menyebut sesuatu dari Sunnah
Senin, 31 October 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]
Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*