Ini Untung Dunianya Meraih Hidayah Allah Azza wa Jalla

Nikmat tergapainya hidayah memang tak ada duanya dan tak ternilai harganya, tidak hanya dapat dinikmati buahnya di akhirat, di dunia pun Allah memberikan buahnya dalam bentuk dan hidangan yang luar biasa.

Orang-orang yang telah mendapatkan hidayah Allah, menyambut setiap perintahNya, berusaha mengikuti setiap sunnah nabi-Nya, Allah cabut dari hati mereka rasa cemas, galau, gundah gulana, empot-empotan, gamang, gelebah, risau dan resah gelisah, sebaliknya ditanamkan pada jiwa mereka ketenangan, kedamaian, kesyahduan, dan kelapangan.

Ini satu dari sekian buah hidayah yang nyaris tak tertandingi oleh nikmat lain di dunia, sebab kalau ditengok, rasa cemas, galau, gundah gulana, empot-empotan, gamang, gelebah, risau, resah gelisah, selempang merupakan penyakit paling dominan menimpa banyak orang di akhir jaman ini yang tiada lain disebabkan oleh jauhnya mereka dari Allah.

◇◇◇◇◇◇◇

Orang yang dipenuhi kecemasan, galau, gundah gulana, empot-empotan, gamang, gelebah, risau, resah gelisah bisa diumpamakan seperti orang yang ingin bepergian, musafir dari Surabaya menuju Jakarta. Mengendarai mobil sendiri dengan mengambil jalur Solo-Semarang, namun ketika sampai pada jalur tersebut,

●ia tersesat dan tidak tahu jalur selanjutnya menuju Jakarta.

●mau balik ke Surabaya, lupa rute yang telah dilalui

●dan kini berada di tengah jalan yang sepi.

●Ia berhenti, bekalnya sudah hampir habis, makanan, minuman menipis,

●ia tidak tahu jalan ini jalan itu, ia coba ke arah kiri, coba ke arah kanan, ke timur, ke barat ragu, bingung.

●Hari sudah nyaris gelap, tak ada rumah maupun rest area terdekat tempat menginap,

●sementara tukang begal selalu mengintai orang tersesat seperti dirinya.

 

Kira-kira bagaimana perasaannya, apakah di momen mengenaskan seperti ia akan tetap tenang atau sebaliknya?

Semua jalan baginya buntu, bekal menipis, bukankah ia akan merasa cemas, galau, gundah gulana, gamang, gelebah, empot-emotan, risau, resah gelisah ? Bukankah ia akan dipenuhi rasa takut teramat sangat? Bahkan mungkin ia akan terkejut hanya dengan kilat di langit.

Demikianlah perumpamaan orang  yang tengah berada dalam kesesatan, menyimpang dan berlumpur maksiat. Ia hidup dalam kubangan dosa, hidup dalam keadaan tak tahu arah, hidup tanpa hidayah. Tak plak membuatnya selalu cemas, galau, gundah gulana, empot-empotan, risau, resah gelisah, lebih-lebih saat mengingat akhirat.

Ia tahu bakalnya sedikit, waktunya di dunia sudah menipis, dan ia yakin seyakin-yakinnya bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, termasuk dirinya.

 

◇◇◇◇◇◇◇

Itulah kenapa, acapkali diingatkan akan kematian, ia merinding, hatinya terasa sempit, lalu tampangnya seakan berbicara:

●tolong jangan bicara tentang kematian

●jangan ingatkan saya lagi tentang kematian

●mengingatkan saya tentang kematian sama dengan membuat saya mati sebelum waktunya

●sekarang waktunya bermain-main, waktunya bersenang-senang, waktunya berhepi-hepi.

Ia berusaha menutup kenyataan dirinya yang pahit, kenyataan dirinya yang dipenuhi kecemasan, khawatiran, galau, gundah gulana, risau, resah gelisah, gamang, gelebah, empot-empotan dan berwalang hati.

Bahkan mungkin kita pernah menjumpai seseorang datang ke toko buku, mencari dan membeli buku humor, yang berisi dengan cerita-cerita lucu yang membuat tertawa dan mengocok perut. Kenapa ia sampai membeli buku humor hanya untuk jadi bahan tertawa, apakah tertawa menjadi cita-citanya?

Tentu tidak, ia mencari sarana agar tertawa menunjukkan bahwa dirinya tidak bahagia, ada kesepian dan kesedihan dalam hatinya, karena batin sedang tersiksa, ia ingin lepas darinya dan ingin meringankan diri dengan humor-humor tersebut.
Itulah kenapa nikmat hidayah benar-benar sebuah nikmat tak tertandingi dan tak ternilai harganya, karena dengannya hati menjadi tenteram, tenang, syahdu, adem, ayem, segar, nyaman, guyub, harmoni dan damai sentosa. Dan semua ini tidak akan didapatkan di toko manapun, dan tidak djual, semua ini hanya bisa didapatkan dengan meraih hidayah Allah.

 

《الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ》

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS:Ar-Rad:28)

 

Di malam yang kosong, Sabtu, 31/10/2015

✏Marwan Abu Abdil Malik, Lc.حفظه الله تعالى

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*