Jangan Memburu Ahlussunnah Hanya Karena Kekeliruan

[[Seri 30] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran dan kamu beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110).

Juga firmanNya

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” SQ. At-Taubah: 71.

Dalam riwayat Muslim, Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”‘

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”.[HR Tirmidzi 2499]

Dalam Adduror Atsaniah, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul wahab berkata,

ولا تصدق في أحد إلا بما سمعت منه، أو نقله من لا يكذب وانصحه إذا بلغك عنه شئ، قبل أن تنكر عليه، خصوصاً ممن تعرف منه حباً للدين، موافقاً عليه مجاهداً فيه

“Jangan percaya kepada seseorang kecuali dengan apa yang kamu dengar darinya atau diambil dari orang yang terpercaya, dan nasihatilah dirinya jika menyampaikan sesuatu kepadamu sebelum mengingkarinya, terutama kepada orang yang kamu ketahui memliki cinta terhadap agama, mengikuti dan berjuang untuknya.”

 

Beberapa poin penting:

  • Dilarang memburu Ahlussunnah hanya karena kekeliruan dan kesalahan
  • Jatuh pada kekeliruan dan kesalahan tidak serta merta dianggap ahli bid’ah selama pelakunya dari Ahlussunnah
  • Kendati yang melakukan kekeliruan merupakan Ahlussunnah, tidak menghalangi untuk tetap dicegah dan dijelaskan kesalahannya
  • Hampir tidak ada orang yang selamat dari kesalahan
  • Termasuk amar ma’ruf nahi mungkar mencegah setiap kesalahan dalam agama
  • Wajib menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar
  • Ahlussunnah wal jama’ah selamat dari fanatik figur dan golongan
  • Ahlussunnah adalah selurus-lurus manusia dengan hak Allah, dengan menegakkan pembelaan dan pemeliharaan terhadap agama dan mencegah kesalahan dan kekeliruan, sebagaimana mereka juga selurus-lurus  manusia terhadap hak-hak orang mukmin, dengan beristigfar untuk mereka dan bersihnya hati kepada mereka dari segala kedengkian

 

Selasa, 25 October 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*