Kebenaran dan Jalannya Hanya Satu

[[Seri 6] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

فَماَذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ

Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)

Rasulullah menggaris sebuah garis dengan tanganya lalu bersabda, “Ini adalah jalan Allah yang lurus. Lalu beliau menggaris di kanan dan kirinya lalu bersabda, “Ini adalah jalan-jalan yang mana tidaklah ada satu jalanpun kecuali ada syaithan yang menyeru kepadanya.” Lalu beliau menbaca firman Allah,

 وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. (QS Al An’am: 153) [HR Ahmad, Ibn Majah, dan Al Hakim]

(قال مطرّف : لو كانت هذه الأهواء كلها هوى واحدا لقال القائل : الحق فيه ، فلما تشعبت واختلفت عرف كل ذي عقل أن الحق لا يتفرق (رواه اللالكائي

Mutharrif berkata:

Seandainya seluruh hawa nafsu itu satu, niscaya orang akan mengatakan, ‘Dialah kebenaran,’ namun karena bercabang-cabang dan bertentangan satu sama lain, maka orang yang berakal pasti tahu bahwa kebenaran itu tidak bercabang-cabang.”

Beberapa poin penting:

  • Kebenaranan dan jalannya hanya satu
  • Jalan tersebut adalah jalan yang pernah ditapaki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiallahu ‘anhum
  • Keselamatan amat sangat bergantung pada jalan tersebut
  • Ancaman bagi orang yang menyelisihinya
  • Salafiah merupakan manhaj, jalan keselamatan, bukan lembaga, bukan organisasi, juga bukan nama figur tertentu

Senin, 26 September 2016

[Marwan AM, Lc  حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*