Kisah Legenda 99

Dikisahkan, seorang raja memiliki pembantu dan menteri, namun sang raja heran melihat pembantunya yang tampak selalu ceria dan bahagia, lantas ia pun berujar:

“Aku seorang raja, memiliki banyak harta, namun aku tidak bahagia seperti dirinya.”

Lalu sang raja bertanya kepada menterinya: “Bagimana pembantu itu bisa lebih bahagia daripada aku?”

Si menteri pun menawarkan solusi:

“Coba uji dia dengan Kisah Legenda 99: suatu malam, letakkan 99 dinar (mata uang) di depan pintunya, kemudian ketuk pintu tersebut, kita akan lihat apa yang akan terjadi.”

Sang raja lantas melakukan apa yang dikatakan menterinya. Si pembantu, diambilnya 99 dinar tersebut. “Pasti satu dinar lagi tercecer di sekitar sini,” gumamnya usai dihitung. Bersama keluarga, ia pun keluar mencarinya hingga pagi hari. Si pembantu gusar karena mereka tidak menemukan dinar yang kurang.

Sekeluarga menjadi galau hanya karena satu dinar setelah sebelumnya tenang dan bahagia!  Esok harinya, giliran si pembantu yang sendu karena semalaman tidak tidur.

Ia pun menghadap raja dengan muka kusut, dengan perasaan gelabah, dengan senyum tak nangkring lagi di wajah yang menyiratkan kegalauannya. Dari peristiwa ini, raja akhirnya mengerti pesan dari Kisah Legenda 99.

Pelajaran:

Kita kerap lupa 99 nikmat Allah yang telah diberikan, dan malah menghabiskan hidup hanya untuk mencari satu nikmat yang hilang

Kita habiskan waktu dan umur kita untuk mencari apa yang belum diberikan Allah kepada kita, padahal ditunda karena suatu hikmah di luar pengetahuan kita. Kita kerap galau mengenai diri kita, dan melupakan nikmat-nikmat yang sedang kita miliki, maka nikmati dulu yang 99. Itulah pesan Kisah Legenda 99.

(Sumber: Teks bahasa Arabnya dari Syaikh kami, Syaikh Syuja’ Al-Aflati, dikirim via Whatsapp)

 

Jum’at, 30 Sep. 16

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*