Ngeri Berftawa Tanpa Dalil

[[Seri 23] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra’ : 36)

Dalam sahih Bukahri (100), Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh.

Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain.”

Diriwayatkan Addarimi (1/59), Qatadah rahimahullah berkata,

ما قلت برأي منذ ثلاثون سنة

“Aku tidak pernah berfatwa dengan pendapatku (tanpa dalil) selama 30 tahun.”

 

Beberapa poin penting:

  • Dilarang keras berfatwa tanpa ilmu
  • Berfatwa dengan pendapat (tanpa dalil), merupakan faktor kesesatan dan penyesatan
  • Amat sangat diperintahkan untuk mengikuti dalil
  • Pengagungan hebat salaf terhadap Sunnah
  • Dicela berpendapat tanpa dasar Al-Qur’an dan Sunnah

 

Selasa, 11 October 2016

[Marwan AM, Lc  حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*