Penulis Buku “Ibunda Para Ulama” Akan Isi Tabligh Akbar di Ma’had Assunnah

[Pamflet diambil dari laman Facebook Tony Al-atsari ]
Ustadz Dr. Sufyan Fuad Baswedan, Lc. MA yang terhitung sebagai dai nasional bakal menjadi tamu spesial bagi jamaah Lombok. Ustadz alumi Universitas Islam Madinah (UIM), Madinah, Saudi Arabia ini dikabarkan akan menggelar tabligh akbar di Ma’had Assunnah.

Sejauh pengetahuan kami, ini pertama kali Ustadz bergaris keturunan Arab Yaman ini berkesempatan mengunjungi Lombok. Pastinya, seperti ustadz-ustadz kibar sebelumnya, kedatangan beliau dirindu-dambakan oleh jamaah.

Sebagai penulis buku, salah satunya berjudul “Ibunda Para Ulama”, di mana buku terbitan Pustaka Al-Inabah ini tercatat sebagai buku terlaris alias Best Seller di Indonesia, kehadiran Ustadz Sufyan akan menjadi sumber dan referensi tambahan bagi jamaah untuk mengisi memori dengan ilmu Sunnah.

Jadwal tabligh akbarnya yang bertema “Sudah Benarkah Syahadat Kita?”, seperti tertulis di pamflet, akan dihelat pada:

Hari: Selasa, 4 April 2017

Tempat: Masjid Sulaiman Fauzan Al-Fauzan, Ma’had Assunnah, Bagik Nyaka, Aikmel, Lombok Timur, NTB.

Waktu: Ba’da Magrib-Selesai

Pepatah zaman kolonial belanda mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang. Bagi yang belum mengenal Ustadz Sufyan, berikut sedikit tentang beliau:

Beliau bernama lengkap Ustadz. DR. Sufyan Shidiq bin Fuad Baswaedan, MA, kuniah beliau Abu Hudzaifah Al Atsary.

Pendidikan

  • SMA Negeri 3 Surakarta
  • S1 Universitas Islam Madinah, KSA
  • S2 Universitas Islam Madinah, KSA
  • S3 Universitas Islam Madinah, KSA

Ustadz Sufyan lulus Doktor fakultas hadist, Universitas Islam Madinah. Dengan predikat yang amat memuaskan; “Mumtaz ‘ala darojah syarofil uula (Summa Cumlaude).”

Penguji desertasi beliau adalah:
1. Prof. Dr. Abdulloh Dompu
2. Dr. Muhammad bin Ali al-Ghomidi
3. Dr. Umar bin Rufud Asy-Sya’bani

Diantara kesan menarik yang disampaikan oleh Prof.Dr. Abdulloh Dompu (beliau berdarah Lombok), saat sidang desertasi adalah,

أن الباحث له شخصية علمية قوية تظهر من خلال بحثه. ومع كون قلة المتمكنين في هذا الفن فإن الباحث قد جاء من بلاد ما وراء البحر. فهو ناقل هذا الفن إلى تلك البلاد.

Penyusun desertasi ini memiliki kredibilitas ilmiyyah yang kuat. Hal ini tampak pada penelitian desertasi beliau. Bersamaan dengan sedikitnya orang-orang yang mengusai disiplin ilmu ini (ilmu takhrij hadis). Penyusun desertasi ini datang dari negeri seberang samudra. Dia bertugas untuk menyebarkan ilmu ini di negeri tersebut.”

Semoga Allah memberkahi ilmu beliau, dan memberi pertolongan kepada beliau untuk memperkuat barisan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di tanah air tercinta. (Sumber biografi: KajianSolo.Com)

Dasbo Street, Selasa, 28/3/2017

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*