Petunjuk Hanya Ada Pada Al-Qur’an dan Sunnah

[[Seri 16] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

 

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ

“ Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu.”   [Surat An-Nahl 89]

اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.” (Q.S. Al A’rof: 3)

وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.”[Surat An-Nur 54]

Dikisahkan dalam riwayat  Ahmad ( 3/387),

أن عمر بن الخطاب أتى النبي صلى الله عليه وسلم بكتاب أصابه من بعض أهل الكتب فقرأه النبي صلى الله عليه وسلم فغضب فقال أمتهوكون فيها يا بن الخطاب والذي نفسي بيده لقد جئتكم بها بيضاء نقية لا تسألوهم عن شيء فيخبروكم بحق فتكذبوا به أو بباطل فتصدقوا به والذي نفسي بيده لو أن موسى صلى الله عليه وسلم كان حيا ما وسعه إلا أن يتبعني

 

Bahwasannya Umar pernah mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan sebuah kitab yang ia dapatkan dari sebagian Ahlul-Kitaab. Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membacanya dan marah, kemudian bersabda:

Apakah engkau termasuk orang yg bingung wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya sungguh aku telah datang kepada kalian dgn membawa agama yg putih bersih.

Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepada mereka sehingga mereka mengabarkan al-haq kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut.

Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa ‘alaihis-salaam masih hidup niscaya tidaklah ada yang melapangkannya kecuali ia harus mengikutiku.

Dalam riwayat Addarimi (1/69), Ibnu Abbas radhiallahu ‘anu berkata,

من أحدث رأيا ليس في كتاب الله ولم تمض به سنة من رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يدر على ما هو منه إذا لقي الله عز وجل .

“Barangsiapa yang mengada-ngada suatu pendapat, tidak ada di dalam Al-Qur’an, juga belum pernah di sebut oleh  Sunnah Rasul, ia tidak akan mengenal siapa dirinya saat berjumpa dengan Allah.”

Dalam majmu’ fatawa (5/120), Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

من ابتغى الهدى في غير الكتاب والسنة لم يزدد من الله إلا بعدا.

“Barangsiapa yang mencari petunjuk pada selain Al-Qur’an dan Sunnah, tiada bertambah baginya kecuali akan semakin jauh dari Allah.”

 

Beberapa poin penting:

  • Surat An-Nahl di atas menegaskan wajibnya mencukupkan diri dengan mengikuti Al-Qur’an
  • Di dalam surat Al-‘Araf di atas, perintah untuk mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dan larangan menyelisihi keduanya
  • Dalam surat An-Nur di atas menegaskan, syarat meraih petunjuk adalah mengikuti Sunnah Nabi, serta menjauhi segala pantangannya
  • Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras mencari petunjuk pada selain Al-Qur’an dan Sunnah
  • Al-Qur’an dan Sunnah juga tidak butuh petunjuk yang lain
  • Setiap apa saja yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah pasti tertolak
  • Dicela taklid kepada figur yang tidak berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah
  • Sesat dan bahayanya buku-buku hasil pemikiran sesat karangan orang-orang libral, baik secara ilmiah maupun amaliah
  • Kitab-kitab ahlul bid’ah, sesat  wajib dimusnahkan
  • Wajibnya mennyebarkan Sunnah Nabi, mengajarkan serta menjaganya
  • Amat sangat diminta menggunakan dalil dalam urusan agama

 

Sabtu, 8 October 2016

[Marwan AM,  حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

 

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*