Poin-poin Emas dari Kajian Ustadz. Sofyan Bafien Zen Hafidzahullah

Poin-poin Emas dari Kajian Ustadz. Sofyan Bafien Zen Hafidzahullah

(Kajian Rutin Selasa Malam (26/04)

Mukaddimah spesial

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang dirahmati Allah, Alhamdulillah kita memuji Allah dan bersyukur kepadanya, karean Allah telah banyak memberikan kita nikmat sehingga kita tak dapat menghitungnya, bahkan kendati kita diberikan umur seperti umur nabi Nuh ‘alaihissam pun kita tak dapat untuk menghitungnya, dan pastinya orang yang bersyukur akan ditambah nikmat kepadanya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.[Surat Ibrahim: 7]

Masjid Fauzan - Lotim

Tema: Bab Adab Berpakaian

[Masih tentang) bab adab berpakaian, termasuk yang tidak boleh dalam berpakaian adalah menampakkan sesuatu yang menggiurkan dari diri seorang wanita.
• Menampakkan bagian-bagian yang menggairahkan dari tubuhnnya, semisal paha, leher, dada dll.
• Berpakaian namun seakan tidak berpakaian, dengan kata lain berpakaian tapi super ketat, seakan telanjang.

Sekarang, hampir setiap hari kita menyaksikan wanita-waniat seperti ini, lihat depan, belakang, kiri, kanan, kecuali kita menghadap atas. Di toko-toko, di pasar, di jalan, dan lain sebagainya.

Anehnya, kita tidak pernah terkejut melihat dosa-dosa tersebut, kenapa? Karena hati kita sudah hitam, setiap kali melihat maksiat hati kian menghitam. Hati seperti ini digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaohi wasallam seperti gelas yang terbalik, yang tidak mungkin bisa diisi apa-apa.

Ada banyak sebab kenapa banyak wanita dibiarkan berpakaian seperti itu:

• Mungkin orang tuanya tidak tahu,
• atau suaminya tidak mengerti,

Sehingga orangtua membiarkan anak perempuannya bebas berpakaian, suami melegalkan istrinya juga demikian. Khawatirnya, dengan berpakaian tersebut jika bepergian ke Sembalun, misalnya, di tengah hutan motor atau mobilnya macet…maka ini bisa menarik keinginan laki-laki yang menjumpainya untuk dinikmati…

 

Yang lebih miris, juga banyak orangtua yang membiarkan anak-anaknya ngekos di kos-kosan tanpa dikontrol, hingga tak jarang yang terjadi mereka bersama pria yang bukan mahronmya di kos-kosan tersebut.

Syaikh Ibnu Ustaimin mengatakan: “Memakai pakaian yag ketat, yang menampkakan bagian-baian yang menggairahkan manusia, yang menimbulkan fitnah adalah haram. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’”(HR:Muslim)

Berpakian tapi telanjang, maksudnya berpakaian tapi ketat, hingga tampak lekak lekuk bagian-bagian yang menggairahkan.

Sekarang ada orang yang berjilbab, tapi pakaiannya ketat, atas diperhatikan, bagian bawah tidak diperhatikan..rambutnya memang ditutup tapi pakaian tubuh bagian bawah ketat.

Anda bisa bayangkan jika Anda di belakang, melihat wanita berlenggak lengkok di depan Anda, kira-kira apa yang terjadi dengan diri Anda?

Namun sayangnya, melihat yang demikian itu tidaklah membuat kita bersedih, ini bukti kalau hati kita jelek…

Cotoh lain, kita juga melihat banyak anak-anak kita yang sekolah umum, saat olah raga, guru itu senang melihat murid-muridnya yang cewek lebih keras lompatnya, bahkan itu yang diberikan nilai lebih…siapakah yang juga ikut berdosa, orangtuanya yang menyekolahkannya tentunya…

Ipar juga berbahaya, kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ipar adalah kematian. Sayangnya, banyak orang yang membonceng iparnya, bahkan kadang tak sungkan dikapong (dipeluk) …

Yang juga marak sekarang, banyak perempuan yang menyerupai laki-laki dan sebaliknya, laki-laki menyerupai perempuan, dan orang yang seperti ini dilaknat oleh Allah dan Rasulnya. Dilaknat maksudnya adalah: dijauhkan dari rahmat Allah. Rasulullah melaknat orang-orang yang banci dan bantong.

Emansipasi banyak terjadi di kota-kota besar utamanya, wanita jadi sopir angkot, jadi tukang pres ban, dan lain sebagainya, kalau bekerja sesuai kodratnya sih gak masalah, yang tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika perempuan jadi tukang ojek, entar penumpangnya pasti banyak laki-laki….dan ini tentu berbahaya.

Ma’had Assunnah, Selasa, 26/04/2016

Marwan Am, حفظه الله تعالى ورعاه

Catatan:

Anda bisa simak rekamannya di link berikut ini:

4-26-2016_18-40-07 – Larangan Menampakkan Aurat – Ust. Sufyan

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*