Berkah Sunnah untuk Pengikutnya

[[Seri 24] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah Ta’ala berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا

Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.”  [QS: Hud: 112].

Dinarasikan Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدِّينَ يُسْر، وَلَنْ يَشادَّ الدينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فسَدِّدوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بالغُدْوة وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلَجة.

 “Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika sebagian malam tiba.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Addarimi (223), Abdullah bin Mas’ud dan Abu Darda radhiallahu ‘anhuma berkata,

اقْتِصَادٌ فِي سُنَّةٍ خَيْرٌ مِنَ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ

“Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah.”

Beberapa poin penting:

  • Dicela melampaui batas dalam syariat
  • Ittiba’ (mengikuti) Sunnah lebih utama daripada amal yang banyak (namun bid’ah)
  • Pentingnya ilmu Sunnah sebelum beramal
  • Hal ini merupakan Berkah Sunnah untuk pengikutnya

 

Selasa, 11 Oct. 16

[Marwan AM, Lc  حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه ]

 

 

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*