Sempurnakan Tauhid dengan Menyingkirkan Tiga Aral ini

Menyempurnakan tauhid sama dengan menggapai level tertinggi dalam iman. Orang-orang yang mampu melakukannya, dijamin bakal masuk surga tanpa hisab juga azab.

Anda yang gemar melongok Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentu pernah membaca hadist riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

وَ مَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْـجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ

“Bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang, mereka akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.”

Namun demikian, untuk mencapainya ternyata tak semudah membalik telapak tangan.  Ciri-ciri mereka, sebut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

هُمْ الَّذِينَ لَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Mereka itu tidak melakukan thiyaroh (beranggapan sial), tidak meminta untuk diruqyah, dan tidak menggunakan kay (pengobatan dengan besi panas), dan hanya kepada Rabb merekalah, mereka bertawakkal.”

Inilah puncak tauhid yang harus didaki. Menyempurnakan tauhid maksudnya, menyempurnakannya dengan menyingkirkan dan men-sweeping seluruh durinya berupa kesyirikan, bid’ah dan maksiat. Ketiga hal ini, para ulama menyebutnya: “aral yang merintangi jalan menuju surga”.

Ketiga aral tersebut tentu bukan tanpa solusi, untuk syirik disingkirkan dengan  memurnikan ibadah hanya kepada Allah, untuk bid’ah dibuang dengan mengikuti dan menapaki Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sedang untuk maksiat solusinya dienyahkan dengan menjauhinya dan bertaubat kepada Allah bila terpancing melakukannya.

Apabila seseorang mampu melakukannya, maka dipastikan ia telah sukses menyempurnakan tauhidnya.

Di ruang pagi, Dasbo Street, Senin, 26/12/16

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*