Sunnah Bak Perahu Nabi Nuh

[[Seri 9] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allah Berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)
Juga,

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

“Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal shaleh kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thaaha:82) [20]. Menafsirkan kalimat (ثم اهتدى), Sa’id bin Jubair berkata: “Mengikuti Sunnah.”

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

الْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِي عِنْدَ اخْتِلافِ أُمَّتِي كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Orang yang berpegang teguh dengan sunnahku ketika terjadi perselisihan, seperti orang yang menggenggam bara api.”[HR: At-Tirmidzi di Bahrul Muhith]

Az-Zhuri rahimahullah berkata:

الِاعْتِصَامُ بِالسُّنَّةِ نَجَاةٌ

“Berpegang teguh dengan Sunnah, pasti selamat.” [HR: Addarimi (1/58)]

Imam Malik rahimahullah berkata:

السٌنة مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلٌف عنها هلك

“Sunnah itu bagaikan perahu Nabi Nuh. Barangsiapa yang menaikinya, ia akan selamat. Barangsiapa menyelisihinya, ia akan tenggelam.” (Al Fatawa (4/57))

 

Beberapa poin penting:

  • Keutamaan mengikuti Sunnah, terutama di zaman menyeruaknya hawa nafsu dan bid’ah
  • Barometer pahala berpegang teguh dengan Sunnah terletak pada keterasingannya
  • Di antara tanda-tanda Ahlussunnah, beramar ma’ruf dan nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah

Kamis, 29 September 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*