Sunnah Barometer Ucapan dan Perbuatan

 

[[Seri 13] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [an-Nisâ’/4:65]

Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad.

وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari).

Imam Az-Zuhri berkata:

من الله الرسالة، وعلى الرسول صلى الله عليه وسلم البلاغ، وعلينا التسليم

Risalah dari Allah, tugas para rasul menyampaikan, dan kewajiaban kita menerima.” (HR: Bukhari).
Imam Malik berkata:

لاتعارضو السنة وسلموالها

Jangan menentang Sunnah, akan tetapi terimalah.” (Disebutkan oleh Imam Suyuthi di kitab Miftahul Jannah, hal. 49).

Beberapa poin penting:

• Wajib tunduk kepada perintah Allah dan RasulNya
• Iman tidak akan sah hingga menerima, patuh dan berkomitmen terhadap perintah tersebut
• Sunnah barometer ucapan dan perbuatan
• Bakal sesat orang yang meninggalkan Sunnah untuk mengutamakan akal, selera, golongan, atau pendapatnya

Selasa, 4 October 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*