Sunnah yang Akan Menyatukan Ummat, Sebaliknya Bid’ah Akan Menjadikan Mereka Berpecah Belah dan Bermusuhan

 

[[Seri 5] Mengungkap Kebenaran, Menindih Kebatilan]

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At Taubah: 100)

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Surat Al-Baqarah 137]

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa: 115)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ‘Irbadh bin Sariyah,

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِانَّوَاجِذِ، وَ إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ؛ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٌ ضَلاَلَةٌ

Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang tetap hidup (setelah kematianku –pen), niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Maka, berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang memperoleh petunjuk dan berilmu.

Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta berhati-hatilah terhadap perkara-perkara baru yang dibuat-buat. Sungguh, setiap perkara baru yang dibuat-buat adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat!”  [HR: Abu Daud, 4607 ]

وعن أبي واقد الليثي رضي الله عنه: «أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إنها ستكون فتنة. فقالوا: فكيف لنا يا رسول الله؟ ! وكيف نصنع؟ ! قال: ترجعون إلى أمركم الأول

Dari Abu Waqid Al-Laitsi radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya akan terjadi fitnah.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana dengan kami wahai Rasulullah? Apa yang harus kami lakukan?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian kembali kepada urusan yang pertama kali.” .  (HR: Thabrani, disahihkan Al-Albani)

قاَلَ أَحْمَدَ بنِ مُحَمَّدَ بنِ حَنْـبَلَ: أصولُ السُّـنَّةِ عندَنَا:التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ الرَّسُولِ-صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ–،الإِقْتِدَاءُ بِهِمْ،وَتَرْكُ البِدَعِ،وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلالَةٌ.

Imam Ahlus Sunnah (Imam Ahmad) berkata: “Ushul-ushul sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa yang dipahami dan diamalkan oleh para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ittiba’ kepada mereka dan tidak berbuat bid’ah karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Ushul I’tiqad Ahlissunnah (1/106).

Beberapa poin penting:

  • Firman Allah, surat At-Taubah di atas menjelaskan bahwa keridaan Allah terhadap orang-orang yang datang setelah para sahabat radhiallahu ‘anhum tergantung kadar ittiba’ mereka kepada sahabat radhiallahu ‘anhum.
  • Tidak disebut mengikuti sahabat radhiallahu ‘anhum bila diikuti dengan menyelisihi keyakinan dan amal mereka
  • Firman Allah, surat Al-Baqarah di atas menerangkan bahwa petunjuk yang sempurna tidak akan tergapai kecuali dengan mengikuti para sahabat dalam keimanan dan amal, dan petunjuk tersebut akan berkurang sesuai kadar penyimpangannnya.
  • Firman Allah, surat Annisa’ di atas menegaskan ancaman keras bagi orang yang menyelisihi manhaj para sahabat dan mengikuti jalan yang lain
  • Hadits Iftiraq di atas menjelaskan bahaya kronis yang timbul akibat perkara-perkara baru (dalam agama) atau segala sesuatu yang menyelisihi Sunnah Nabi, sekaligus wasiat untuk mengambil Sunnah tersebut dan Sunnah para sahabat radhillahu ‘anhum
  • Wasiat untuk mengambil pentunjuk para Salaf dan mencukupkan diri dengan Sunnah mereka. Dan benar-benar ditekankan dalam hal ini.
  • Sunnah yang akan menyatukan ummat, sebaliknya bid’ah akan menjadikan mereka berpecah belah dan bermusuhan
  • Ancaman keras bagi orang yang menyelisihi manhaj Salaf
  • Diwajibkan untuk mengikuti Sunnah

Jum’at, 23 Sep. 2016

[Marwan AM, Lc حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*