Syaikh Abdurrazzaq el-Badr: Jadilah Kunci Kebaikan

Amat beruntung orang yang jadikan oleh Allah sebagai kunci kebaikan di tangannya. Dalam riwayat Ibnu Majah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

 إن من الناس مفاتيح للخير مغاليق للشر، وإن من الناس مفاتيح للشر مغاليق للخير. فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه، وويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه

Dari kalangan manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup serta penghalang kepada kejahatan. Dan ada juga yang menjadi kunci kejahatan dan penutup kebaikan, bergembiralah bagi sesiapa yang dijadikan oleh Allah sebagai kunci kebaikan di tangannya, dan celakalah mereka yang kunci kejahatan di tangannya.”

Untuk menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan, serta penyandang keberuntungan, berikut sejumlah tips yang kudu dimiliki:

Pertama: Ikhlas dalam setiap perkataan dan perbuatan, sebab keduanya merupakan pangkal segala kebaikan dan latar segala karunia

Kedua: Berdoa sungguh-sungguh kepada Allah untuk mendapatkan taufik , sebab doa merupakan kunci setiap kebaikan, dan Allah tidak akan menolak doa hamba yang mengiba padaNya juga tidak akan mengecewakan seorang mukmin yang selalu mengetuk pintuNya.

Ketiga: Bersemangat untuk terus menuntut ilmu dan menempuh jalannya, sebab ilmu dapat mendatangkan kebijaksanaan dan kemuliaan, serta mampu mencegah dari perbuatan keji dan angkara.

Keempat: Melaksankan setiap ibadah kepada Allah, terutama ibadah yang wajib, seperti sholat, sebab sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

Kelima: Berhias dengan akhlak yang mulia lagi hebat, serta menjauhi akhlak yang buruk dengan segala bentuknya.

Keenam: Bergaul dan berteman dengan sahabat-sahabat yang baik dan orang-orang yang saleh, sebab mereka dijaga oleh para malaikat dan selalu diliputi oleh rahmat, dan menjauhi teman-teman yang buruk atau orang-orang jahat, sebab mereka tempat mangkalnya para setan

Ketujuh: Saat bergaul dengan orang lain, jangan diam untuk mengajaknya menyibukkan diri dengan kebaikan dan memalingkannya dari kejahatan.

Kedelapan: Ingat selalu hari pembalasan, di mana setiap orang akan berdiri di hadapan Allah Tuhan sekalian alam, di mana, setiap orang akan dibalas sesuai amal perbuatannya di dunia. Pelaku kebaikan akan diganjar dengan kebaikan, sebaliknya, pelaku kejahatan akan dibalas dengan azab.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az-Zalzalah 99:7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. “(Az-Zalzalah 99:8)

Kunci dari semua itu tergantung hasrat seorang hamba dalam kebaikan, kemampuannya memberikannya kepada orang lain dan sejauh mana orang lain mengambil manfaat darinya.

Kapan hasrat, azam dan tekadnya bulat, serta berharap pertolongan Allah untuk membantunya mendapatkan tips-tips di atas, lantas berhasil, maka dengan izin Allah, ia telah menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan.

Allah subhanu wa Ta’ala akan selalu mengawal setiap hamba dengan taufikNya, serta membukakan kebenaran bagi siapa saja yang dikehendaki, sesungguhnya Allah sebaik-baik  Pemuka pintu kebaikan..

Sumber: http://ar.islamway.net/article/68451?ref=search

Dasbo Street, Jum’at, 3/2/2017

[Marwan AM, Lc, حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*