Syiah Musuh yg Hakiki maka WASPADALAH dan Kejahatannya kpd Ahlu Sunnah

*** Mutiara Faidah ***

Yang diambil dari Tabligh Akbar bersama Syaikh DR MOHAMMAD MUSA ALU NASR dari Yordania yang diterjemahkan oleh Ust. Mizan Qudsiyah, Lc.
yang bertempat di Masjid Sulaiman Fauzan Al-Mauzan Bagik Nyaka Aikmel Lotim pada hari Sabtu, tanggal 03 Ramadhan 1436 H ( 20 Juni 2015 M ).

Dr. Muhammad Musa Alu Nasr (ulama Yordania) :

Syiah Kendaraan Yahudi Untuk Meluluhlantakkan Kaum Muslimin, dan ‘Indonesia’ di Antara Sasarannya

Semua gerakan, kelompok yang memusuhi kaum muslimin/ahlussunnah biangnya telah tersebut di dalam Al-Qur’an, dan kelompok paling tengik sebut Syaikh Muhammad Musa Alu Nasr dalam memusuhi Ahlussunnah adalah kelompok Syiah, dan jika kelompok ini masuk ke Indonesia lalu berkuasa, Ahlussunnah Indonesia pasti akan menyesal dengan penyesalan tak terperikan.

Syiah belakangan kian santer menunjukkan taringnya. Di berbagai belahan dunia, mereka telah menampakkan kekuatannya dengan membunuh dan membantai kaum muslimin demikian keji. Fitnahnya bahkan sudah terasa di Nusantara, mereka berkali-berkali merepotkan Ahlussunnah dengan ulah-ulah mereka.

Tak aneh memang, jauh sebelumnya, kelompok sesat yang dibangun pertama kali oleh Abdullah bin Saba, seorang Yahudi berasal dari Yaman, ibunya seorang Habasyi (Ethiopia) ini fitnahnya telah dirasakan langsung oleh para sahabat. Karenanya Nabi shalallahu alaihi wa sallam telah mewanti-wanti dalam hadist yang masyhur, bahwa ummat ini akan pecah menjadi 73 golongan, 72 di neraka, 1 di surga, yaitu yang mengikuti Nabi dan para sahabatnya. Dan Syiah berada dalam golongan 72.

Dibunuhnya Ustman bin Affan dengan keji, dibacoknya Ali bin Abi Thalib dengan penuh kezaliman, biang keroknya adalah mereka.

Dulu, dalam cerita Syaikh Musa, kelompok sesat Syiah ini tidak langsung mengajak kepada kesesatannya, tidak langsung mengajak keluar dari sunnah, akan tetapi mereka mengajak untuk bertasyayyuk, mengaku membela Ali bin Abi Thalib yang lambat laun mengklaim bahwa beliau adalah Tuhan.

Syiah terdiri dalam berbagai sekte dan kelompok, di antaranya Nusyairiyah (sekte Syiah yang membantai kaum muslim di Suriah), kelompok ini adalah kelompok syiah yang paling kejam, paling ekstrim terhadap Ahlussunnah. Namun anehnya, sebut Syaikh, kelompok ini telah disesatkan oleh kelompok syiah besar lainnya, yaitu Syiah Isna ‘asyariah. Namun bukan Syiah namanya jika dalam urusan memusuhi Ahlussunnah tidak bersatu.

Namun bila ditengok, dibalik semua gerakan/kelompok yang memusuhi kaum muslimin/ahlussunnah adalah Yahudi dan Nasrani. Mereka adalah biang dibalik semua gerakan/kelompok itu, hal ini telah dipertegas oleh Allah dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Faatihah; Orang yang dimurkai Allah yaitu Yahudi dan orang yang sesat yaitu Nasrani.

Karenanya Allah menitahkan kita membaca Al-Faatihah (dalam shalat) untuk berlindung dari mereka minimal 17 kali sehari semalam.

Syiah adalah salah satu kendaraan Yahudi yang dicetus oleh Abdullah bin Saba. Pada zaman Ali, ketika beliau menjadi khalifah, kelompok Syiah Saba’iyah, pengikut Abdullah bin Saba dihukum dengan cara dibakar, dan Abdullah bin Saba melarikan diri. Namun sayang, kejadian ini justru menimbulkan fitnah dan keyakinan baru.

Menghukum dengan cara membakar adalah hanya hak Allah, walhasil orang syiah yang sudah kadung meyakini Ali sebagai Tuhan kian yakin kalau Ali adalah Tuhan yang sebenarnya, karena mereka dihukum dengan api. Padahal Ali sendiri setelah ditegur oleh Abdullah bin Abbas merujuk, menyesali apa yang telah dilakukan dan mengakui cara itu adalah kekeliruan.

Sekali lagi semua gerakan/kelompok yang memusuhi Islam semcam sekuler, libral, khawarij, Syiah dan lain sebagainya dalangnya adalah Yahudi dan Nasrani, dan di antara kelompok-kolompok itu, Syiah kelompok paling buruk dalan sejarah, mereka tidak pernah membela Islam, justru mereka bahu-membahu memusuhi Islam. Setiap zaman dan tempat mereka membantai, melumat, dan meluluhlantakkan Ahlussunnah dengan sekeji-kejinya.

Lalu, masih adakah orang yang mengatakan, ”Syiah adalah saudara kita” ?

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”.

Apakah mereka disebut saudara, mereka telah membantai Ahlussunnah dengan kejam dan biadab?

Apakah mereka disebut saudara, mereka telah mencincang anak-anak kaum muslimin demikian buas?

Apakah mereka disebut saudara, mereka telah memperkosa wanita-wanita muslimah begitu sadis?

Dan Apakah mereka disebut saudara, mereka telah membumihanguskan rumah-rumah kaum muslimin tanpa rasa kasihan?

Di berbagai belahan dunia Islam, di Irak, di Suriah, di Yaman, dll, mereka memberangus Ahlussunnah.

Benar, semua kelompok itu, baik sekuler, libral, khawarij, Syiah, dll disebut ahlul qiblah; mereka shalat, berhaji dan lain sebagainya, lahirnya demikian namun hakikatnya mereka tidak pernah sepakat dengan keyakinan Ahlussunnah, mereka sama sekali tidak suka dengan sunnah. Syiah sendiri bahkan meyakini Jibril alaihissalam salah alamat dalam menyampaikam wahyu, dalam pandangan mereka bukan kepada Nabi tapi seharusnya kepada Ali. Jelas keyakinan ini adalah keyakinan kufur.

Karenanya, khusus Syiah, perlu dicamkan, mereka justru lebih berbahaya daripada Yahudi dan Nasrani. Kedengkian mereka terhadap ummat Islam/Ahlussunnah turun temurun, mereka terus wariskan kepada anak-anak mereka agar tetap benci terhadap kaum muslimin. Sejarah mereka terhadap Islam sungguh hitam dan kelam.

Oleh sebab itu, waspadalah wahai Ahlussunnah Indonesia, hati-hatilah kalian, terutama terhadap akal bulus mereka yang bernama: “Taqiyyah”. Saat minoritas mereka tampak baik, tapi itu dusta.

[Surat Al-Munafiqoon : 4]

“Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka”.

[Disarikan dari ceramah Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nasr, Sabtu (20/6/2015), di Markas Assunnah, masjid Sulaiman Fauzan al-Fauzan, Bagik Nyaka-Lombok Timur]
4 Ramadhan 1436 H

Marwan Abu Abdil Malik
Toko Herbal dan Busana Muslim Al-Haramain.
Utara Markaz Fauzan Al-Fauzan Bagiknyaka – Lombok Timur

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*