Kuntungan Menyandang Tauhid

Keuntungan dan manfaat menyandang tauhid tak terhitung jumlahnya. Ia bagaikan pohon yang akarnya menancap ke bumi, ranting dan cabangnya mencapai langit, buahnya bergelantungan dan dapat dinikmati setiap orang.

Dalam surat Ibrahim, ayat 24 dan 25, Allah mengumpamakan,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.”

تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا

“Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.”

Manfaat dan keuntungannya tentu tak terbatas di dunia, namun juga di akhirat, setiap orang yang berhasil menggapainya di masa hidup, pasti bakal memetik buahnya di negeri abadi.

Dari sekian keuntungan dan manfaat yang dihadirkan tauhid, dalam satu ucapan dapat disimpulkan bahwa:  setiap kebaikan yang berhasil diraih oleh hamba, dan setiap keburukan yang mampu dijauhi demi dunia dan akhiratnya adalah buah dari tauhid.

 

Keuntungan dan Manfaat Menyandang tauhid

Bila berbicara secara detail, buah tauhid yang berada di tangga teratas adalah: syarat diterimanya amal”, sebab amal ibadah apapun tanpa tauhid tak akan berarti. Tauhid bagi amal, bagai pondasi bagi bangunan. Amal tak akan tegak kecuali dengan tauhid.

Dalam surat Al-Isra’, ayat 19, Allah menegaskan,

وَمَنْ أَرَادَ ٱلْءَاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”

Sebanyak apapun tabungan ibadah, setinggi apapun tumpukan amal, sebesar apapun lumbung pengorbanan, tak akan bermakna kecuali dilakoni di atas tauhid. Pasalnya, hanya tauhid yang mampu memperbaiki amal dan hanya tauhid yang mampu membuatnya bersih dari syirik dan dari segala noda yang mengotorinya.

Dalam surat At-Taubah, ayat 54, Allah mengatakan,

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَٰرِهُونَ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.”

Di tangga kedua, keuntungan dan manfaat menyandang tauhid adalah: faktor kemenangan dan mencapai harga diri

Sebenarnya, bukan mereka yang terhebat dalam perang, juga bukan pula mereka yang ahli mengatur sisasat yang berhak menggondol kemenangan, namun, orang-orang yang bertauhid, orang yang mampu merawat imannyalah pemegang kemenangan hakiki.

Kemenangan, victoria, adalah sebuah kata untuk menggambarkan kejayaan, dan orang yang jaya adalah orang yang berhasil merengkuh kebaikan untuk dunia dan akhiratnya. Dan hal itu tak akan diraih kecuali dengan tauhid dan ikhlas untuk agama.

Di tangga ketiga, keuntungan dan manfaat menyandang tauhid adalah: dengannya surga diraih dan neraka dihindari.

Orang yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan bertauhid pasti masuk surga, sebaliknya, orang yang datang membawa kesyirikan pasti dilempar ke dalam neraka dan kekal selamanya.

Firman Allah, surat An-Nisa’, ayat 48 menegaskan,

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

Di tangga keempat, keuntungan dan manfaat menyandang tauhid adalah: faktor ketenangan jiwa

Tentu tergantung tinggi rendahnya tauhid yang dimiliki, semakin tinggi maka jiwanya semakin tenang dan lapang, sebaliknya, semakin rendah jiwanya akan semakin terasa sempit…

Pada ayat ke-22, surat Az-zumar, Allah mengungkapkan,

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Bila tauhid menenang-lapangkan jiwa, maka syirik memberat dan menyempitkannya.

Di tangga kelima, keuntungan dan manfaat menyandang tauhid adalah: Allah menjamin kejayaan dan kemenangan di dunia dan kenyamanan dalam hidup atas penyandangnya.

Dalam surat An-Nur, ayat ke-55, Allah menjanjikan,

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.

Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Di tangga berikutnya, keuntungan dan manfaat menyandang tauhid adalah: terbukanya pintu kebaikan, kedamaian, kenikmatan, kebahagiaan dan ketenangan…

Mengenai hal ini, dalam surat Ar-Ra’d, ayat ke-28, Allah menyebutkan,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Demikian di antara ribuan keuntungan dan manfaat menyandang tauhid. Semoga bermanfaat!

Di ruang pagi, Dasbo Street, Senin, 26/12/16

[Marwan AM, Lc, حفظه الله تعالى وغفر اللع له ولوالديه]

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*