Untuk Anda yang Kembali Ke Manhaj Salaf (Seri ke-2)

Ada 5 pesan sebagai penawar bagi penyakit kebimbangan dan keraguan yang menimpa orang-orang yang baru kembali ke manhaj salaf.

Pesan pertama: Orang yang telah kembali ke manhaj salaf  kudu senantiasa memuji Allah Azza  wa Jalla, banyak bertahmid selain tentu banyak bersyukur kepadaNya

 

Sebab dapat kembali ke manhaj salaf, bukan perkara sepele, bukan perkara enteng, bukan pula perkara remeh temeh, ia nikmat yang hanya diberikan Allah kepada hamba yang dihendaki, dan buktinya masih banyak orang yang belum mengantongi nikmat ini, dengan kata lain belum dihendaki meraihnya, karenanya harus banyak-banyak bersyukur dan lekas memegangnya erat-erat.

 

Nikmat kembali ke manhaj salaf bisa ditengok kepada orang-orang yang dibuat oleh syubhat bagai berada di tengah samudra yang luas, dengan ombak yang besar, mereka diombang-ambingkan ke timur dan ke barat, dan tidak tahu pasti sampai kapan akan terus dihempaskan. Begitu pula berapa banyak orang yang tenggelam dalam lumpur syahwat, tersedot olehnya, dan tidak tahu pasti sampai kapan akan terus diseret.

 

Maka jika ada orang yang masih menganggap enteng dapat kembali ke manhaj salaf, tak bersyukur dengan nikmat ini, kemudian tidak memegangnya kuat-kuat, jangan gigit jari alias menyesal jika kelak kembali ke manhaj sesat dan atau bid’ah lagi.

 

Kembali ke manhaj salaf sebuah keberuntungan tak ternilai, datangnya dari Allah, dan mereka yang telah diberi hidayah ini artinya telah diselamatkan dari jeratan syubhat dan kubangan syahwat, dan beruntung tidak dimatikan dalam keadaan hanyut dan terbuai oleh keduanya.

 

Namun kenyataannya kadang, ada di antara mereka yang telah kembali ke manhaj salaf pongah, bahkan menistakan orang lain, memandang hina dan merendahkan orang-orang masih berada di jalur yang keliru, padahal Allah berfirman:

《كَذَٰلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا》

Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS:An-Nisaa:94)

 

Adalah banyak-banyak memuji Allah atas nikmat ini sebuah keniscayaan, bersyukur diselamatkan dari kesesatan yang menimpa mereka, bahkan saat menjumpai orang-orang serupa mereka, oleh Nabi dianjurkan untuk mengucapkan:

《الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به و فضلني على كثير ممن خلق تفضيلا》

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan.” (HR: At-Tirmidzi).

Dan yang tepat ketika berjumpa adalah memandang mereka dengan tatapan kasih sayang, berlemah lembut, serta berharap setinggi mungkin agar mereka juga dianugerahi hidayah kembali ke manhaj salaf.

 

Walhasil, kembali ke manhaj salaf tidak serta merta berarti sudah berada di atas hidayah dan pasti selamat, taubat harus diperbaiki dengan bersungguh-sungguh, penuh semangat, penuh kejujuran, dan penuh keikhlasan, bukan sekadar penuh angan-angan dan kebanggaan, dan pertama dari yang utama yang harus dilakukan untuk memperbaiki taubat adalah:

 

[Bersambung…]

 

Di balik jendela kosong, Jumat, 13/11/2015

 

✏Marwan Abu Abdil Malik, Lc .حفظه الله تعالى

Bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*